Tag: agar cepat hamil

Ingin Hamil Setelah Keguguran

Ingin Hamil Setelah Keguguran
Wanita, 23 tahun.
dok saya udah perna keguguran 2x saya pengen cepet hamil

Dijawab Oleh: dr. Astrid Wulan Kusumoastuti

Kami turut prihatin akan kondisi Anda.

Kuret merupakan tindakan medis yang bertujuan untuk mengambil dan membersihkan sisa perdarahan atau jaringan yang masih ada dan menempel pada dinding rahim. Jika lewat pemeriksaan sudah tidak ada sisa jaringan atau perdarahan di dalam rahim maka tidak diperlukan kuret.

Dalam kasus Anda, apakah Anda sudah memeriksakan kandungan Anda
ketika keguguran terjadi? Untuk memastikan tidak ada sisa jaringan lagi?

Jika tidak ada sisa jaringan, biasanya perdarahan pun sudah tidak terjadi. Kesuburan pun akan kembali normal sesegera mungkin. Salah satu tandanya ialah kembalinya siklus haid yang normal.

Agar bisa hamil, dibutuhkan sel sperma dan sel ovum yang sehat.Karena itu, baik pria dan wanita harus menjaga kondisi tubuhnya agar bisa menghasilkan sel sperma dan ovum yang baik. Berikut ini adalah kiat-kiat alami agar cepat hamil:

1. Tentukan masa subur Anda. Masa subur berlangsung selama 6 hari, yaitu pada 2 hari sebelum ovulasi hingga 3 hari setelah ovulasi. Kemungkinan hamil akan tinggi bila hubungan intim dilakukan pada waktu-waktu ini.

Bagaimana caranya untuk mengetahui waktu ovulasi Anda?

Catat selalu rata-rata siklus haid Anda. Hari 1 adalah hari pertama Anda haid.

Ovulasi terjadi kurang lebih 2 minggu (14 hari) sebelum haid berikutnya. Apabila siklus haid rata-rata 28 hari, Anda akan ovulasi di sekitar hari ke-14.Apabila siklus haid Anda tidak teratur, lihat periksa siklus terpanjang dan terpendek dalam 3 bulan terakhir.

Misalnya siklus terpanjang 35 hari dan siklus terpendek 21 hari. Hari 1 adalah hari pertama haid. Masa subur Anda berada di (21- 18)/hari 3 hingga (35-11)/hari 24. Di antara hari ke-3 hingga ke-24 ini Anda memiliki peluang untuk hamil.

Apabila masa subur sulit diperkirakan, hubungan intim dianjurkan setiap 2 hingga 3 hari untuk meningkatkan peluang hamil.

2. Maksimumkan kesuburan Anda, dengan:Berhubungan intim dengan teratur 2-3x/minggu Berhubungan intim setiap hari di masa subur
Lakukan gaya hidup sehat dengan mempertahankan berat badan yang baik/ideal, berolahraga 3-4x/minggu, membatasi konsumsi kafein dan teh, dan mengelola stres

Sediakan waktu untuk konseling pra kehamilan dengan dokter kebidanan Anda, tujuannya agar kesehatan Anda bisa dievaluasi secara menyeluruh dan mengetahui apa saja yang harus diperbaiki/diantisipasi terkait dengan riwayat kesehatan AndaMinum vitamin untuk kesehatan janin, terutama asam folat

3. Hindari hal-hal berikut ini:Merokok, konsumsi alkohol, minum obat-obatan tanpa saran dokterExercise yang berlebihan

4. Tingkatkan kualitas sperma dengan:Hindari alkohol, rokok, dan obat-obatan terlarangMinum vitamin yang mengandung seng, kalsium, asam folat, vitamin C, D, dan E

5. Carilah waktu untuk berlibur bersama pasangan Anda agar tubuh
dan pikiran rileks

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca selengkapnya di ……klik dokter

{ Add a Comment }

7 HAL YANG MENGHAMBAT KEHAMILAN

7 HAL YANG MENGHAMBAT KEHAMILAN

oleh Novita Permatasari

Tahukah Anda, bahwa ada beberapa hal yang bisa menghambat kehamilan dan mempersulit Anda dan pasangan memiliki momongan?
Ini penjelasannya.

Klikdokterdotcom, Jakarta Kehadiran anak merupakan salah satu hal yang paling diharapkan oleh pasangan menikah yang ingin segera memiliki momongan.

Saat ini mungkin Anda dan pasangan juga tengah menjalankan program hamil. Namun ketahuilah, bahwa ada berbagai hal yang dapat menghambat kehamilan.

Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan bahwa pada 2012 jumlah penduduk menikah yang tidak dapat memiliki anak di Indonesia adalah 2,3 persen perempuan dan 3,8 persen laki-laki. Padahal, dari data yang sama juga disebutkan keinginan pasangan untuk memiliki anak cukup tinggi.

Ini Bedanya Kandungan Gizi Susu Hamil dan Suplemen Kehamilan ,ini yang Perlu Diperhatikan di Trimester Pertama

Makanan Penurun Kolesterol Tinggi untuk Ibu Hamil
Bila dilihat dari kurva yang dirilis oleh SDKI pada 2012, angka keinginan untuk memiliki anak pada responden perempuan mencapai angka 83,9 persen, dan sekitar 24 persen pada laki-laki. Angka ini meningkat sebanyak lebih dari 3 persen dari tahun 2007.

Tak heran, data ini akhirnya sejalan dengan yang dijelaskan oleh Perhimpunan Fertilitas In Vitro Indonesia (PERFITRI). Disebutkan pada 2015, penggunaan bayi tabung sebagai solusi pasangan untuk memiliki momongan meningkat sebanyak 21,98 persen, dari 4.827 kasus pada 2014 hingga 5.888 pada tahun berikutnya.

Hal yang menggagalkan program hamil
Melihat dari berbagai data di atas, bisa Anda pahami bahwa setiap pasangan yang ingin memiliki anak akan melakukan berbagai hal agar usahanya berhasil, salah satunya dengan bayi tabung. Sayangnya, biaya untuk bayi tabung masih tergolong tinggi.

Agar tetap berpotensi memiliki momongan, Anda dapat mencoba
terlebih dahulu menghindari berbagai hal yang dapat menghambat
kehamilan berikut ini. Bisa jadi, salah satunya masih Anda
lakukan, sehingga kehamilan tak kunjung terjadi.

1. Kerusakan DNA sperma
Dilansir dari Babyologist, ternyata adanya kerusakan pada DNA sperma bisa menghambat kehamilan. Profesor Sheena Lewis dari School of Medicine Queen’s University Belfast menyatakan 15 persen kerusakan DNA sperma laki-laki masih bisa dianggap normal.

Namun, bila kerusakannya lebih dari 25 persen sperma, kemungkinan memiliki bayi akan menurun, bahkan bila pasangan telah menjalani upaya untuk meningkatkan kesuburan. Kondisi ini harus mendapatkan penanganan dari dokter.

2. Infeksi Penyakit Menular Seksual (PMS)
Dijelaskan oleh dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, seseorang yang terinfeksi PMS dapat mengalami gangguan dalam sistem reproduksi.

“Bila hal ini terjadi pada Anda, sebaiknya tunda hubungan seksual untuk sementara waktu agar tidak terjadi infeksi berulang. Lakukan konsultasi dengan dokter agar seluruh sumber infeksi dapat dieliminasi,” jelasnya.

3. Terlalu sering berhubungan seksual
Melakukan upaya untuk segera memiliki momongan boleh saja, asal jangan berlebihan. Karena berhubungan seksual dengan intensitas yang berlebihan justru dapat menghambat kehamilan.

“Berhubungan seksual setiap beberapa hari sekali akan membantu tubuh menghasilkan sperma dengan kualitas lebih baik dibanding dengan berhubungan seks setiap hari,” ucap dr. Karin Wiradarma kepada KlikDokter.

Menurutnya terlalu sering berhubungan seksual akan menyebabkan
kurangnya waktu pembentukan dan penyempurnaan sperma, sebelum
akhirnya dikeluarkan melalui ejakulasi.

“Cobalah berhubungan seksual 2-3 hari sekali. Intensitas ini akan membuat kondisi hubungan Anda dan pasangan lebih menyenangkan,” tambahnya.

4. Konsumsi rokok dan alkohol
Dilansir dari Fit Pregnancy, alkohol dan rokok dapat memengaruhi kesuburan, bahkan bisa menyebabkan keguguran. Jadi, jika Anda
ingin segera memiliki momongan, komitmen untuk menghindari rokok
dan alkohol sangat dibutuhkan.

5. Obesitas
Salah satu kondisi kesehatan yang dapat menghambat kehamilan adalah kegemukan atau obesitas. Menurut dr. Atika dari KlikDokter, wanita yang obesitas akan mengalami gangguan keseimbangan hormon yang dapat menyebabkan siklus pengeluaran sel telur terganggu, sehingga sulit hamil.

6. Usia yang tak muda lagi
Memang pada sebagian kasus, kehamilan bisa terjadi di usia 40 sekalipun. Meski demikian, puncak kesuburan seorang wanita adalah saat berada pada usia 20-27 tahun. Bahkan, setelah usia 40 tahun, tingkat keguguran akan naik hingga 50 persen.

Jadi, walaupun Anda berhasil hamil, kondisi kehamilan Anda di usia yang tak lagi muda juga sangat berisiko mengalami gangguan. Untuk upaya dengan bayi tabung sekalipun, wanita yang berusia di atas 30 tahun hanya memiliki tingkat keberhasilan sebesar 30 persen, dan 11 pesen untuk wanita usia 40 tahun.

7. Stres
Sebagian besar pasangan yang tak kunjung memiliki momongan biasanya mengalami stres. Padahal, hal ini justru akan semakin menghambat kehamilan.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan pada Journal of Fertility dan Sterility 2011, pada peneliti menemukan bahwa seorang wanita yang tertekan memiliki kemungkinan hamil yang lebih sedikit dibanding yang kondisi mentalnya lebih stabil.

Sebagian besar wanita membutuhkan 3-6 bulan untuk hamil dan kondisi mental turut memengaruhi sebesar 10 persen pemicu kehamilan. Jadi, cobalah untuk mengurangi stres dengan melakukan hal-hal yang bisa membuat Anda merasa lebih bahagia.

Berbagai upaya untuk segera memiliki momongan sudah Anda lakukan
bersama pasangan, namun tanda-tanda kehamilan tak kunjung menghampiri. Jangan bersedih, cobalah untuk menghindari berbagai hal di atas dan lakukan konsultasi dengan dokter secara rutin.

Baca selengkapnya di ……klik dokter

****

{ Add a Comment }

MAU CEPAT HAMIL ? MEMATIKAN LAMPU SAAT TIDUR

MAU CEPAT HAMIL ? MEMATIKAN LAMPU SAAT TIDUR

Anda memiliki kebiasaan begadang? Sebaiknya, ubah kebiasaan buruk tersebut ketika Anda sedang dalam program kehamilan. Sebuah penelitian memperingatkan, tidur larut malam dapat mengganggu kesuburan.

Selain itu, tertidur dengan pencahayaan yang terlalu terang juga dapat merusak kesuburan Anda. Artinya, sangat dianjurkan Anda tidur dengan memadamkan lampu di kamar Anda.

Dalam penelitian itu juga disebutkan bahwa suasana yang gelap saat Anda tertidur juga berperan besar dalam peluang pembuahan bagi seorang wanita. Hal tersebut terjadi karena hormon melatonin, yang melindungi sel telur wanita dari stres diproduksi dalam gelap.

Itu sebabnya, menyalakan lampu di malam hari saat Anda tidur ternyata dapat menurunkan produksi melatonin. Salah satu peneliti, Russel Reiter dari Universitas Texas juga menyarankan, wanita yang sedang berusaha hamil sebaiknya menghabiskan 8 jam untuk tidur malam dalam gelap.

Untuk mendapatkan produksi melatonin yang maksimal, pastikan tidak ada cahaya luar yang masuk ke dalam ruangan tidur Anda. Matikan lampu utama, dan hindari cahaya TV atau perangkat elektronik lainnya. Jika Anda menggunakan lampu tidur, pilih yang berwarna kuning atau merah, serta hindari cahaya yang berwarna putih dan biru.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Fertility and Sterility menetapkan bahwa hormon melatonin dapat melindungi sel telur wanita dari radikal bebas, yaitu molekul korosif yang diproduksi oleh tubuh kita.

“Siklus pencahayaan tidur Anda harus teratur dari hari ke hari, jika tidak, jam biologis seorang wanita akan terganggu,” ungkap Russel, seperti dilansir dari sumber Daily Mail.

Wanita hamil juga harus mengikuti saran yang sama, terutama di trimester akhir. Hal tersebut terjadi karena paparan cahaya dapat menyebabkan otak bayi tidak mendapatkan hormon melatonin yang cukup untuk mengatur tubuhnya. Hal ini berpotensi menyebabkan masalah kesehatan di kemudian hari.

“Penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan tidur yang terlalu terang pada ibu hamil meningkatkan kemungkinan masalah perilaku pada bayi saat lahir. Hal ini juga menimbulkan spekulasi terkait dengan gangguan spektrum ADHD atau autisme pada anak-anak,” tambah Russel.*** (MotherAndBaby[dot]co[dot]id)

{ Add a Comment }